Minggu, 05 Mei 2013

 Muara Cinta By: _hoRRor__

  1. Tidak terlihat dari dua orang yang sedang mencintai (sesuatu yang sangat menyenangkan) Seperti pernikahan" (Ibnu Majah)
    Biarkan cinta itu bicara pada saat saat terpentingnya, di mana hidup adalah realita. Tumpahkan rasa asmara yang telah lama imsak, ketika masa puber berontak, semasa jiwa muda berteriak dalam mengarungi bahtera keluarga yang sah, karena di sinilah tempat cinta dan untuk ini teriakan jiwa muda, ia adalah muara cinta yang suci nan abadi
    Karena di sinilah tempat cinta, dan untuk Ini teriakan jiwa muda. Ia adalah muara cinta yang suci nan abadi.. kalau kita tau bahwa cinta itu bermuara dan cinta itu suci layak di pelihara dan di abadikan, mengapa kita harus menjebak dalam kata kata cinta yang membosankan bukan pada tempatnya dan tak jelas ujung ujungnya? Lalu kalau kita sepakat kalau cinta itu bertempat, kenapa kita harus membuang buang tenaga, menguras otak dan mengosongkan jiwa demi mengejar asmara di luar arenanya, bukankah menunggu beduk menahan lapar untuk berbuka puasa akan terasa indah dan nikmat saat tiba waktu berbuka? Pupuklah cinta dengan siraman kasih ilahi sampai rampung bangunan keluarga tempat cinta itu bersemi.
    Masa remaja memang seakan akan terasa hampa tanpa nuansa asmara dan cinta, sebab mulai sejak itu cinta akan memahami fitrahnya. Mulai berani ungkapkan rasa tapi ia sebetulnya masih baru belajar rahasia.
    ECinta tidak pernah meminta, ia senantiasa memberi, cinta membawa penderitaan tapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Dimana ada cinta di situ ada kehidupan-manakala kebencian membawa kemusnahan (Mahatma Gandi). Makanya ia harus terangkum dalam bangunan keluarga, tak heran jika hamka pernah mengartikan cinta sebagai harapan masa depan yang indah jika ia di tempatkan pada tempatnya yang sah, tapi apabila sebaliknya ia taklebih dari sebuah durjana EECinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap tiap diri manusia, ia laksana setets embun yang jatuh dari langit bersih dan suci, Cuma tanahnyalah yang berbeda beda ketika menerimanya, jika ia jatuh ketanah yang tandus tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kenistaan, kedusta’an. Penipuan, melangkahiseseorang dan lain lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh ketanah yang subur, di sana akan tumbuh kesucian hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpujiE
    Indah betul cita rasa cinta yang suci dan sejati, hasilnya adalah kesucian hati, sayangnya terlalu banyak orang yang hanya melihat hasilnya saja, kemudian ia beranjak brutal dan tak melihat batas-batas etika bahkan buta norma norma dengan mengatak
    an: “demi sebuah cinta aku mau melakukan apa s
    ajaE Padahal sebenarnya ia telah melakukan tindak pidana, memenjarakan sekeping hati manusia bahkan merusak tatanan social atas nama cinta dan di biarkan begitu saja tanpa batas.
    Kemudian apa hasilnya? Aborsi, membunuh jiwa yang suci, berputus asa atas segala hal seakan akan dunia ini selalu berusaha mendiskriminasikan dirinya; haruskah?
    Ukurlah bayi bayi yang terpaksa di lecehkan dan bahkan di buang hanya karena ia merasa tidak aman dan di sengsarakan karena harus berada dalam nuansa cinta yang tak bertempat dan nyasar di mana mana. Walaupun sebenarnya, bayi itu akan sangat bahagia dan membahagiakan sang actor cinta bila ia berada dalam bangunan yang kuat, walau sangat sederhana yaitu keluarga yang sakinah. Wallahu

      a'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar